Kejari Tanjung Perak Ciduk Pegawai Pelindo III di Kantornya

Dewi Yuliani (kiri) saat diperiksa di Kantor Kejari Tanjung Perak Surabaya setelah ditangkap, Kamis (28/2)

Jajaran Kejari Tanjung Perak Surabaya menangkap pegawai PT Pelindo III, Dewi Yuliani di kantornya, Kamis (28/2) sore. Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan terbitnya putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2403 K/Pid.Sus/2018 tertanggal 22 Januari 2019.

Tim Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak yang dipimpin Kasi Intelijen Lingga Nuarie menangkap Dewi  tanpa perlawanan. Dia ditangkap sekitar pukul 15.00 WIB terkait kasus mark up paving yang bersumber dari dana perusahaan. Usai penangkapan, yang bersangkutan dibawa ke Kantor Kejari Tanjung Perak untuk dilakukan pemeriksaan sebelum dilakukan penahanan.

“Terpidana kami bawa ke Lapas Wanita di Kota Malang guna menjalani sisa masa hukumannya,” ujar Lingga.

Dari putusan MA tersebut, Dewi dinyatakan terbukti bersalah sesuai pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18, Pasal 3 jo. Pasal 18, Pasal 9 jo. Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Dewi dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta. Apabila tidak dibayar, maka diganti dengan pidana 6 bulan kurungan.

Dewi sebelumnya diadili dalam perkara mark up paving yang bersumber dari dana perusahaan milik negara, PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak senilai Rp 3,5 miliar. Saat itu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Dewi menjalani sidang tak sendiri. Ia menjalani proses hukum bersama empat terdakwa lain.

Mereka adalah Budi Wahyono (pensiunan PT Pelindo III cabang Tanjung Perak), Arief Kurniawan (Direktur PT Rafindo), Slamet Hadiwi (pelaksana proyek PT Rafindo) dan Wibisono (Komisaris PT Rafindo).

Terungkap dalam persidangan, ditemukannya pemalsuan data atas proyek ini, yang bermula dari pertemuan pada Desember 2011. Saat itu Slamet Hadiwi membawa laporan yang menyatakan jika pengerjaan proyek belum selesai 100 persen.

Dari pertemuan tersebut diketahui waktu pengerjaan mepet dari batas waktu yang telah ditandatangani dalam kontrak. Lalu untuk mencapai KPI (Key Performance Indicator) dari Pelindo III Cabang Tanjung Perak, para terdakwa menyiasati mark up menyatakan jika pengerjaan telah usai.

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kejari Tanjung Perak Ciduk Pegawai Pelindo III di Kantornya"