Kejari Tanjung Perak Naikkan Status Penyidikan Kasus Penyimpangan Jasmas 2016

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya menaikkan status kasus dugaan korupsi jaring aspirasi masyarakat(Jasmas) 2016 dari level penyelidikkan ke Penyidikkan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak Lingga Nuarie menjelaskan, berdasarkan surat perintah penyidikkan yang ditandatangani Kepala Kejari Tanjung Perak, Rachmat Supriady,SH, MH dengan nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tanggal 8 Februari maka status kasus dugaan korupsi Jasmas ini kini naik ke penyidikan.

“Status penanganan naik dari level penyelidikkan ke penyidikkan,” kata Kasi Intel Kajari Tanjung Perak, Lingga Nuarie.

Selanjutnya akan dilakukan pendalaman terhadap data yang telah dikumpulkan. “Nantilah, belum waktunya diinformasikan. Belum, kami masih perlu lakukan pendalaman lagi,” ujar Lingga saat ditanya mengenai pihak mana atau siapa yang akan diperiksa dalam kasus ini.

Modus dana hibah Pemkot Surabaya itu ditransfer sesuai proposal pengajuan dari Pemkot ke warga penerima Jasmas. Hanya saja proyek tersebut dipegang oleh relasi anggota DPRD dan bahkan ada pula anggota DPRD yang diduga ikut langsung ke proyek dana Jasmas.

Para Ketua RT selaku penerima hibah hanya tahunya beres dan tidak susah-susah membuat proposal dan LPJ. Bahkan, dengan duduk manis saja, para penerima hibah dana Jasmas ini mendapat fee yang besarannya sudah disepakati bersama.

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kejari Tanjung Perak Naikkan Status Penyidikan Kasus Penyimpangan Jasmas 2016"