Kejari Tanjung Perak Tahan Anggota DPRD Kota Surabaya

Setelah menjalani pemeriksaan sekira tujuh jam, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak menahan anggota DPRD Kota Surabaya berinisial S ke dalam rumah tahanan Kejaksaan Tinggi Jatim, Kamis (27/6/2019).

Anggota DPRD Kota Surabaya tersebut diduga terlibat dalam kasus dugaan mark up (penggelembungan harga) pengadaan barang dan jasa dalam program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya tahun 2016. Atas perbuatannya, negara dirugikan sebesar Rp5 miliar.

“Kami mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status dari saksi menjadi tersangka,” ujar Kepala Kejari Tanjung Perak, Rachmat Supriady.

Penahanan ini dilakukan bertujuan untuk mempercepat proses hukum ini ke pengadilan. Selain itu, diharapkan dengan penahanan ini tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo UU Nomor 21 tentang perubahan atas Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. “Kami masih akan terus melakukan pendalaman. Barangkali ada pihak lain yang juga terlibat dalam perkara ini,” pungkas Rachmat.(gus)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kejari Tanjung Perak Tahan Anggota DPRD Kota Surabaya"