Penyidik Kejari Tanjung Perak Tahan Tersangka Jasmas

Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tanjung Perak kembali melakukan penahanan terhadap anggota legislatif DPRD Surabaya, Binti Rochmah, Jumat (16/8/2019). Penahanan tersangka atas nama Binti Rochmah ini merupakan pengembangan perkara Tindak Pidana Korupsi Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) tahun anggaran 2016.

Kepala Kejari Tanjung Perak Surabaya Rachmat Supriyadi mengatakan, dalam perkara tersebut, Binti berperan sebagai pengumpul proposal dana Jasmas Pemkot Surabaya 2016 dari Agus Setiawan Tjong, yang juga telah divonis hukuman enam tahun penjara.

“Peran Binti sama dengan dua anggota DPRD Kota Surabaya lainnya yang telah kami tetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu, terkait dengan proposal dana Jasmas Pemkot Surabaya 2016 yang dikoordinir oleh Agus Setiawan Tjong,” kata Kajari Tanjung Perak Rachmat Supriyadi kepada wartawan usai melakukan penahanan.

Sebelumnya, dua legislator yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini yakni anggota DPRD Kota Surabaya dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sugito dan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Aden Dharmawan.

Penyidik Kejari Tanjung Perak Surabaya, menurut Rachmat, juga mengantongi lebih dari dua alat bukti terhadap masing-masing ketiga legislator tersebut yang terindikasi telah menindaklanjuti proposal yang digalang Agus Setiawan Tjong untuk mendapatkan dana Jasmas Pemkot Surabaya tahun 2016 dengan menerima komisi.

Agus Setiawan Tjong dalam perkara ini mengoordinir sedikitnya 230 proposal dana Jasmas dari berbagai wilayah rukun tetangga se- Surabaya di tahun 2016. Di antaranya sebanyak 42 proposal dana Jasmas dicairkan Pemkot Surabaya melalui anggota dewan Binti Rochmah.

“Pencairan dana Jasmas untuk tiap proposal beragam, paling sedikit Rp50 juta. Setiap anggota dewan yang berhasil mencairkan dana Jasmas dari Pemkot Surabaya menerima komisi yang prosentasenya telah diatur oleh Agus Setiawan Tjong. Ini nanti akan kami buktikan di pengadilan,” ucap Rachmat.

Penyidik Kejari Tanjung Perak Surabaya menghitung komisi dari pencairan dana Jasmas Pemkot Surabaya tahun 2016 yang diterima anggota DPRD Kota Surabaya dari ratusan proposal yang disodorkan Agus Setiawan Tjong telah merugikan negara senilai Rp5 miliar. (gus)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Penyidik Kejari Tanjung Perak Tahan Tersangka Jasmas"